Kelapa sawit ialah lahan bisnis yang sangat menguntungkan karena sering dikatakan membawa keuntungan dan laba yang signifikan bagi para pengelolanya. Namun tak banyak yang mengetahui bahwa memulai perkebunan kelapa sawit yang sukses membutuhkan beberapa tahapan penting. Bagaimana tahapan menanam kelapa sawit yang baik dan benar?

 

Kelapa Sawit

Kelapa sawit merupakan tanaman industri / perkebunan yang bermanfaat sebagai penghasil minyak nabati, minyak industri, dan bahan bakar. Kelapa sawit terdiri dari dua spesies, elaeis guineensis dan elaeis oleifera, yang digunakan untuk pertanian komersial dalam produksi minyak sawit.

Cara Budidaya Kelapa Sawit

Tahapan Menanam Kelapa Sawit

  1. Pemilihan Bibit
  2. Pengecambahan Benih
  3. Penyemaian
  4. Pemeliharaan Pembibitan

Mekanisme pemeliharaan bibit dalam polibag harus baik agar sehat. Pemeliharaan meliputi irigasi, penyiangan, pemantauan dan seleksi, serta pemupukan.

a. Penyiraman

Penyiraman ini dilakukan dua kali sehari, kecuali saat curah hujan lebih dari 7-8 mm hari itu. Air untuk menyiram pohon muda ialah harus bersih dan juga cara menyiramnya dengan semprotan halus agar bibit pada polybag tak akan rusak dan tanah tempat mereka tumbuh tak padat.

b. Penyiangan

Gulma yang tumbuh di polybag dan di dalam tanah di antara polybag juga harus dibersihkan ataupun disemprot dengan bio herbisida. Pengendalian gulma sebaiknya dilakukan 2 hingga 3 kali dalam waktu sebulan atau disesuaikan juga dengan pertumbuhan gulma.

c. Pemantauan dan Seleksi

Pemantauan bibit dilakukan untuk memantau pertumbuhan bibit serta perkembangan hama dan penyakit. Benih yang kerdil, tidak normal, sakit, dan gangguan genetik harus dibuang. Tanaman yang bentuknya tidak biasa dibuang, yaitu dengan sifat;

  • Bijinya menjadi besar dan kaku
  • Bibit terkulai
  • Selebaran tidak dibagikan sepenuhnya
  • Menderita penyakit
  • Selebaran tidak sempurna

d. Pemupukan

Pemupukan benih sangat penting dilakukan untuk mendapatkan benih yang sehat, cepat tumbuh dan subur.

e. Bibit Pindah ke Lapangan

Pemindahan bibit ini jangan sampai polybag pecah. Benih yang telah berumur 8 bulan sudah dapat ditempatkan ke lahan, namun biasanya benih tersebut dipindahkan ke lapangan pada umur 10-14 bulan.

f. Teknik Penanaman

  • Penentuan pola tanam
    Penetapan dapat dilakukan secara monokultur atau dengan perantara. Jika menggunakan metode monokultur, sebaiknya legum ditanam segera setelah persiapan lahan selesai. Jika menggunakan metode tumpang sari antara kelapa sawit sebelum kelapa sawit diproduksi, maka dapat ditanam dengan tanaman lain seperti contohnya jagung, ubi kayu, atau padi. kalian juga dapat mencacah kelapa sawit menggunakan mesin pencacah pelepah sawit ini.
  • Menyanyikan
    Tujuannya untuk menentukan tempat penanaman kelapa sawit sesuai jarak yang digunakan.
  • Buat lubang tanam
    Lubang tanam ini perlu dibuat beberapa hari sebelum tanam.
  • Metode budidaya
    Penanaman biasanya dilakukan pada awal musim hujan setelah turun hujan secara teratur.

g. Pemeliharaan

Pemeliharaan ini meliputi:

  • Penyulaman
    Tujuannya adalah untuk menggantikan tanaman yang mati atau tidak tumbuh dengan baik. Bibit yang digunakan harus seusia dengan pohonnya. Jumlah tongkat kira-kira. 3-5% per hektar. Cara penyulamannya sama seperti saat menanam benih.
  • Tanaman penutup tanah
    Penanaman legum di areal kelapa sawit sangat penting karena ini dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi dan juga dapat mempertahankan kelembaban tanah, dan serta menekan pertumbuhan gulma. Penanaman legum sebaiknya dilakukan setelah persiapan lahan telah selesai. Kalian juga dapat merajang tandan sawit menggunakan mesin perajang tandan sawit.
  • Bentuk disk
    Jaga kebersihan piring di sekitar tanaman kelapa sawit. Oleh karena itu, tanah di sekitar tanaman pokok harus selalu bersih dengan radius 1 hingga 2 m dari tanaman dan setiap gulma yang tumbuh harus dibuang atau disemprot dengan bio herbisida.
  • Pangkas daun
    Tujuannya adalah untuk mendapatkan pohon yang bersih dan juga dengan jumlah daun yang ideal dalam satu pohon dan mempermudah pemanenan.
  • Pengendalian gulma
    Tujuannya untuk menghindari persaingan antara tanaman kelapa sawit dan gulma dalam penggunaan unsur hara, air dan cahaya.
  • Pengendalian hama dan penyakit
    Mari kita cegah dan deteksi sejak dini karena kebanyakan hama yang terserang adalah serangga atau insekta. Sedangkan penyakit  tanaman kelapa sawit ialah pada umumnya disebabkan oleh jamur dan bakteri.

 

Demikianlah artikel tentang bagaimana cara budidaya kelapa sawit yang mudah dipraktekan dan siap untuk digunakan, semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian.