Sosial media sudah sangat akrab bagi remaja di Indonesia. Rasanya hidup ada yang kurang jika tidak mengakses sosial media meski hanya sebentar saja. Kini hubungan sosial secara online dengan internet lebih modern ketimbang bersosial dengan bertatap muka langsung, bagi mereka. Mereka berkawan dengan sosial media dalam artian mereka berbagi kisah, cerita, tertawa bersama, dan lain sebagainya dengan sosial media mereka yang mereka lihat di layar smartphone mereka. Sungguh sangat ironis.

Sosial media tidak dipungkiri memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia, namun di lain sisi sosial media juga memberikan dampak negatif khususnya bagi remaja karena remaja yang masih dalam pertumbuhan, masih dalam pencarian jati diri, masih ingin tahu banyak hal mendapatkan sosial media dan jauh dari hubungan sosial yang sehat sudah semakin terpuruk

 Padahal menjalin hubungan sosial yang sehat menjadi kunci utama dalam mengembangkan kepribadian seorang remaja. Dengan ketidakadaan hubungan sosial yang sehat, dampaknya adalah pikiran yang semakin stres, tertekan dan kesepian.

Inilah hal wajar yang terjadi pada seorang manusia. Karena manusia adalah makhluk bersosial, jika mereka tidak bersosial maka mereka akan melawan kodratnya sendiri. Oleh sebab itu seorang remaja akan merasa depresi ketika mengakses sosial media karena itu membuat candu, ilusi semata dan menjauhkan mereka dari teman-teman mereka. Di sisi lain mereka mendapatkan kenikmatan tertentu karena mengakses sosial media dan tidak dapat berhenti mengaksesnya karena sudah bersifat adiktif.

Mengakses sosial media memang tidak salah dan itu adalah hal yang wajar untuk memiliki akun sosial media dan mengaksesnya. Namun jika terlalu sering mengaksesnya dan bahkan sebagian besar waktu non-tidur digunakan untuk mengakses sosial media, ini yang menjadi bahaya. Bagi remaja yang sudah kecanduan sosial media, mereka sebaiknya berhenti total mengakses sosial media dengan menghapus akunnya dan mulai membina hubungan sosial yang sehat serta melakukan kegiatan diluar sana yang positif dan sehat misalnya dengan bergabung dengan komunitas minat bakat tertentu.

 

Sumber: Pojok Sosmed